Berbeda dengan saham atau mata uang, emas tidak terikat langsung pada kinerja perusahaan atau kebijakan satu negara. Nilainya cenderung stabil dan diakui secara world wide, sehingga permintaan emas biasanya melonjak saat kondisi dunia tidak menentu.
Alasan yang mungkin lebih masuk akal adalah peningkatan permintaan reksa dana berbasis emas (ETF emas).
Meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga justru dapat mengurangi daya tarik logam mulia tersebut karena tidak memberikan imbal hasil.
Dua faktor tersebut menunjukkan adanya peningkatan permintaan yang konsisten, di samping permintaan emas untuk perhiasan dan elektronik yang akan selalu ada.
Sebuah penelitian menyimpulkan alasan mengapa makin banyak negara berkembang yang tak lagi menyimpan kekayaan dalam bentuk mata uang asing.
Dapatkan juga update informasi mengenai emas dan analisa harga emas mingguan untuk mengetahui perkembangan emas dunia disini.
Analis independen Ross Norman mengatakan ketegangan geopolitik masih berlangsung meskipun tidak berada pada degree tertinggi.
ETF emas mengikuti pergerakan harga emas atau aset lain seperti saham dan obligasi yang diperdagangkan di bursa saham. Setiap pembelian reksa dana ini mewakili kepemilikan emas fisik yang disimpan oleh penerbit ETF.
Kebijakan suku bunga memiliki pengaruh besar terhadap harga emas. Saat suku bunga rendah, instrumen seperti deposito atau obligasi menjadi kurang menarik karena imbal hasilnya kecil. Akibatnya, emas menjadi alternatif investasi yang lebih diminati.
Terakhir, investasi emas akan lebih terasa manfaatnya jika untuk jangka panjang, karena ada selisih harga beli dan harga jualnya.
Alasan pertama adalah menguatnya ketidakpastian ekonomi akibat kenaikan utang pemerintah. Kondisi ekonomi internasional diperburuk dengan penangguhan sebagian aktivitas pemerintahan website AS akibat mandeknya anggaran.
KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
Ketika inflasi tinggi, masyarakat dan Trader berusaha mempertahankan kekayaan mereka dengan membeli emas. Permintaan yang meningkat inilah yang mendorong harga emas terus naik.
Kenaikan ini melesat dibandingkan prediksi para analis. Harga emas kini hampir dua kali lipat dibanding awal 2024.
Karena itu, pelaku pasar kini menaruh perhatian besar pada rangkaian pertemuan bank sentral world-wide yang berlangsung pekan ini. Trader menunggu sinyal mengenai bagaimana para pembuat kebijakan menilai dampak konflik terhadap perekonomian dunia serta arah kebijakan suku bunga ke depan.
Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
